Melukis Seribu Gunung | Chapter 2
Bulan musim semi perlahan terbit dari balik hutan bunga di tepi air ungu yang berembun, memantulkan bayang pucatnya di permukaan air, seperti giok tenggelam yang bersinar lembut, kabut bulan menari samar bagai asap perak. Parit istana, yang airnya menyapu riasan yang dicuci para dayang menjelang senja, mengalir pelan, setengah jernih setengah keruh, membelah bayang bangunan […]
Melukis Seribu Gunung | Chapter 2 Read More »
